Seringkali kita jumpai beberapa orang tua yang merasa sangat kecewa ketika anak-anaknya yang sudah besar agak sulit untuk dinasihati atau bahkan diingatkan untuk melakukan kewajibannya.
Seperti susah disuruh salat, berpuasa, menutupi aurat, atau bahkan untuk berbicara yang sopan.
Ada beberapa hal yang bisa melatarbelakangi sikap seorang.
Mungkin pembiasaan / pendidikan yang diberikan oleh orang tua sejak kecil, pengaruh teman, atau pengaruh lingkungan yang hampir tanpa aturan.
Na'uudzu billaah.
Maka tugas kita orang tua sebagai guru pertama bagi anak-anak, untuk mendidik mereka menjadi manusia yang baik, lurus, bermanfaat bagi sesama, memiliki budi pekerti yang luhur.
Salah satunya dengan cara mengenalkan mereka sejak dini terhadap sosok manusia yang penuh teladan.
Idola sesungguhnya.
Nabi Muhammad Saw
Mudah-mudahan kita semua bisa meneladani keluhuran budi pekertinya, memiliki sifat Shidiq (Jujur), Amanah (Dapat memegang kepercayaan), Tabligh (Menyampaikan apa-apa yang harus disampaikan), Fathanah (Cerdas).
Bahkan sejak kecil pun beliau sudah dijuluki "Al-Amin" karena beliau dapat dipercaya.
#SpiritNabawiyahCommunity
https://youtu.be/d6r-yDDlbwg
Mereka yang akan selalu dikenang didunia ini adalah mereka yang menjadi penerang dalam hidup, panutan dalam berkata, dan contoh dalam bertahta. Merekalah orang orang dengan karakter terbaik. hamasah, menjadi lebih baik. Allah bersamamu.
Mengenai Saya
- Deju-Salju ''Melukis karya''
- Teruslah bergerak. hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.Teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu. Life is not just happy yourself, but share your happiness to those around us because it will increase happiness when shared. Donna toki ni mo inori o wasurenaide Jalmi tiasa suksés, margi gaduh seueur cara.آدَبُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
Kamis, 23 April 2020
Minggu, 19 April 2020
Sudahkah rutin membacakan buku sebelum tidur?
Membaca sebelum tidur punya banyak manfaat loh, berikut diantaranya;
1. Memaksimalkan konsentrasi
Membaca buku sebelum tidur ternyata jauh lebih baik buat bikin anak lebih fokus dan konsentrasi, karena otak akan dibuat memproses informasi yang kita baca tanpa bantuan alat visual apapun. Hanya mengandalkan imajinasi dan visual yang muncul dengan sendirinya dari apa yang dibaca.
2. Bisa makin kreatif
Otak akan dibuat lebih kreatif dengan membaca sebelum tidur. Ada banyak penelitiannya kalau pengusaha akan punya ide lebih banyak dan semangat untuk menjalankan usaha dan proyek mereka karena membaca sebelum tidur. Ketajaman berpikir juga akhirnya akan terasah nih 😉
3. Mengurangi stres
Membaca buku sebelum tidur akan mengurangi stress, hal ini sudah dibuktikan oleh riset dari Universitas Surrey di Inggris. Bahkan ini jauh lebih efektif untuk mengurangi tingkat stres dibandingkan dengan jalan-jalan. Wah!
4. Bisa belajar dari sudut pandang orang lain
Banyak membaca membuat kita tahu banyak hal. Melihat dunia dari sisi yang berbeda sesuai penggambaran penulis. Secara nggak langsung kitapun belajar banyak hal tentang perspektif. Kisah-kisah yang dibaca akan bikin anak mengerti dan lebih empati dengan keadaan orang lain.
5. Obat tidur nyenyak paling efektif
Ada alasan kenapa anak-anak suka mendengarkan cerita sebelum tidur, karena ternyata ini membuat mereka tidur lebih nyenyak. Itu berlaku juga buat yang sudah dewasa dan memilih untuk membaca buku sebelum tidur. Karena ternyata tidurmu akan lebih berkualitas dan lebih baik.
So tidak ada alasan lagi untuk tidak membacakan bucu sebelum tidur ya smart parents 😉😉😉
Sumber : brilio
https://youtu.be/d6r-yDDlbwg
Rabu, 01 April 2020
Mutaba'ah Yaumiyah Deju Salju
| Waktu begitu berharga dan takan kemali, sudah siapkah pulang kepada Allah? Bekal apa yang sudah dibawa? | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| No | Aktivity | Month: | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | |||||
| 1 | Shubuh Prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2 | Midday Prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 3 | Asr Prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4 | Maghrib prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 5 | Isha Prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 6 | 2r Qobla s Subuh | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 7 | 2r Bada s Zhuhur | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 8 | 2r Bada s Magrib | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9 | 2r Bada s Isya | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 10 | 2r Bada s Zhuhur | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 11 | Qiyamul Lail/ Tahajud | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 12 | Reading Books | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 13 | One Day One Juz | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 14 | Al Ma'tsurat pagi | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 15 | Al Ma'tsurat Sore | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 16 | Memorizing Arabic | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 17 | Riyadhoh | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 18 | Memorizing The Hadits | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 19 | Hear Tausyiah | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 20 | Infaq/ Alms | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 21 | S Sunah Dhuha | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 22 | Birrur Walidain | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 23 | BRTT | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 24 | Pakai Hp sesual Jadwal | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 25 | Ziyadah Al Qur'an | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 26 | Murajaah | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 27 | Pray On Time | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 28 | Keep Wudhu | |||||||||||||||||||||||||||||||||
Selasa, 24 Maret 2020
Ada 3 Sikap Kelompok Aliran Teologi Dalam Islam Ketika Menghadapi Wabah Bala Penyakit*
* *Jabariyyah*
▪Menyerahkan Sepenuhnya Pada Takdir Allah, Namun Tanpa Ada Usaha dan Ikhtiar.
▪Pandangan kelompok ini menganggap bahwa semua wabah penyakit itu semata berasal dari Allah Subhanahuwata'ala.
Namun, mereka tidak mau peduli dengan usaha syariat untuk menghindarinya.
▪Mereka berpandangan sekiranya mereka terkena wabah penyakit tersebut merupakan takdir dari Allah.
▪Kalau pun nanti meninggal dunia itu pun juga sudah takdir dari Allah.
▪Sekiranya mereka selamat -tidak terkena apa-apa- itu pun juga sudah takdir dari Allah subhanahuwata'ala.
▪Mereka tak peduli masker, tak peduli alat pencegahan kesehatan, dan tak peduli orang lain, mereka hanya peduli keyakinan mereka semata.
▪Himbauan medis tidak ada dalam kamus mereka, kecuali jika memang sudah parah kondisinya, itu pun jika sudah terpaksa.
▪ *Contoh slogannya, misalnya:* "Kami hanya takut kepada Allah, tidak takut Corona! Corona itu juga makhluk Allah!" (tanpa mengindahkan arahan dan himbauan dunia medis).
▪Kelompok tersebut hanya peduli pada keyakinan mereka sendiri, tanpa memperdulikan efek serta dampak yang bisa saja ditimbulkan dari kelompok mereka sendiri dari penyebaran virus itu pada orang sekitarnya.
▪ *Intinya,* kelompok paham Jabariyyah ini hanya peduli pada pemberi "Asbab", bukan pada "Musabbab".
Yakin hanya pada Allah, tapi tidak yakin pada Sunatullah-Nya.
2⃣ *Qadariyyah*
▪Sepenuhnya Yakin Pada Kekuatan Diri Sendiri, Tanpa Melibatkan Kekuatan Allah Subhanahuwata'ala Sama Sekali.
▪Cara berpikir kelompok ini seringkali mengandalkan kemampuan diri sendiri atau orang lain yang dianggapnya kuat atau kemampuan seorang pemimpin atau para pengelola negara yang mereka yakini kemampuannya.
▪Mereka hanya berkeyakinan penuh pada kecanggihan peralatan medis serta kemajuan ilmu pengetahuan. Namun, menafikan Allah Subhanahuwata'ala dalam setiap peristiwa dan kejadian.
▪ *Biasa mereka berslogan, umpamanya:* "Kami tidak takut Corona. Ayo kita lawan Corona!" atau "Peralatan medis kita sudah canggih! Corona tak akan masuk ke Indonesia!" dsb.
▪Kelompok paham ini seringkali lebih mengandalkan logika dan rasio, ketimbang keyakinan hati dan iman. Semua dinilai secara materialistik dan realistik.
▪ *Intinya,* paham Qadariyyah ini hanya melihat dan meyakini faktor "Musabbab", namun mengabaikan Sang Pemberi "Asbab".
3⃣ *Ahlu Sunnah wal Jama'ah*
▪Menyeimbangkan Antara Ikhtiar dan Tawakkal.
▪Kelompok Ahlu Sunnah wal Jama'ah memiliki sikap dan pandangan mu'tadil dan mutawasith; seimbang dan berimbang.
▪Mereka tidak terlalu takut berlebihan dan tidak pula menantang penuh kesombongan. Menyeimbangkan antara ikhtiar dan tawakkal.
▪Mereka selalu berusaha bertawakkal mendekatkan diri pada Allah subhanahuwata'ala dengan doa dan dzikir, namun pada saat yang sama, mereka juga selalu berikhtiar dengan obat-obatan yang membuat fit badan.
▪Mereka senantiasa menjaga kebersihan fisik dan juga kebersihan bathin.
▪Mereka berdoa dan memakai masker bila diperlukan.
▪Kelompok ini mengikuti aturan medis juga mematuhi dan tunduk pada aturan agama dan ilmu pengetahuan. Keseimbangan antara nalar dan iman, kesetaraan antara hati dan logika akal.
▪Jika disarankan agar mereka menghindari penyebab antiasipasinya, misalnya menjauhi kerumunan massa, mereka akan lakukan, tapi mereka juga tak lupa berlindung dengan Allah dari segala kemudharatan.
▪Kelompok ini berkeyakinan bahwa Allah yang menjadi "Musabbab", tapi juga Dia yang menciptakan "Asbab". Dia yang menurunkan bala wabah penyakit, namun Dia pula yang memberikan cara menghindari dan penyembuhan wabah penyakit tersebut.
▪Kita bisa belajar dari sikap dan tindakan Khalifah Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, Manakala Khalifah Umar bin Khattab dan pasukannya membatalkan rencananya memasuki kota Syam yang ketika itu sedang terserang wabah penyakit -sewaktu di kota Sargh- salah seorang sahabat bernama Abu Ubaidah al- Jarrah mendebatnya.
*أنفر من قزر الله، يا أمير المؤمنين؟*
"Akankah kita akan menghindar dari takdir Allah, wahai Amirul mukminin?!"
Lantas Umar bin Khattab menjawab:
*نعم، نفر من قدر الله إلى قدر الله!*
"Benar! Kita menghindari dari satu takdir Allah kepada takdir-Nya yang lain!"
Tak berapa lama, datanglah sahabat lainnya, Abdurrahman bin Auf yang menyampaikan hadits Rasulullah yang pernah didengarnya saat ia masih bersama Rasulullah semasa hidupnya.
*قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا سمعتم به - أي الطاعون- بأرض الوباء فلا تقدموا عليه وإذا وقع وأنتم بها فلا تخرجوا فرارا منه. [رواه البخاري]*
Rasulullah bersabda: "Jika kalian mendengar adanya satu wabah penyakit di satu negeri, maka janganlah kalian memasukinya dan jika kalian berada di negeri itu, maka janganlah pula kalian meninggalkannya karena menghindarinya."
[HR. Bukhari]
▪Nah tentang soal tawakkal, kita bisa belajar pula dari kisah salah seorang sahabat Nabi yang meninggalkan tali kekang untanya terlepas begitu saja, tanpa diikatkan di sebuah batu saat ia memasuki masjid Nabawi untuk beribadah.
Lantas Rasulullah menegurnya, "Kenapa tidak kau ikat untamu itu?!"
Di menjawab: "Aku serahkan untaku pada Allah, ya Rasulullah! Jika Allah menghendaki-Nya dia tetap ada bersamaku. Tapi jika Allah menghendakinya hilang, maka dia hilang dariku!"
Rasulullah tersenyum.
"Bukan begitu caranya!"
Nabi lantas mengajarkan ikhtiar dengan cara memintanya mengikat untanya, lantas Nabi bersabda:
"Sekarang barulah engkau bertawakkal dan serahkan semuanya pada Allah!"
Begitulah ajaran Rasulullah dalam bertawakkal yang sesuai sunnah dan ajaran Islam.
*Jika pun semua ikhtiar dan tawakkal sudah sepenuhnya dilaksanakan secara maksimal, hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, barulah kita bicara soal takdir. Bukan takdir tanpa ikhtiar, bukan ikthiar tanpa tawakkal.
Wallahu 'alam.
📝 Thob'u wa Naqlu
https://youtu.be/zjSO5GmJt1U
▪Menyerahkan Sepenuhnya Pada Takdir Allah, Namun Tanpa Ada Usaha dan Ikhtiar.
▪Pandangan kelompok ini menganggap bahwa semua wabah penyakit itu semata berasal dari Allah Subhanahuwata'ala.
Namun, mereka tidak mau peduli dengan usaha syariat untuk menghindarinya.
▪Mereka berpandangan sekiranya mereka terkena wabah penyakit tersebut merupakan takdir dari Allah.
▪Kalau pun nanti meninggal dunia itu pun juga sudah takdir dari Allah.
▪Sekiranya mereka selamat -tidak terkena apa-apa- itu pun juga sudah takdir dari Allah subhanahuwata'ala.
▪Mereka tak peduli masker, tak peduli alat pencegahan kesehatan, dan tak peduli orang lain, mereka hanya peduli keyakinan mereka semata.
▪Himbauan medis tidak ada dalam kamus mereka, kecuali jika memang sudah parah kondisinya, itu pun jika sudah terpaksa.
▪ *Contoh slogannya, misalnya:* "Kami hanya takut kepada Allah, tidak takut Corona! Corona itu juga makhluk Allah!" (tanpa mengindahkan arahan dan himbauan dunia medis).
▪Kelompok tersebut hanya peduli pada keyakinan mereka sendiri, tanpa memperdulikan efek serta dampak yang bisa saja ditimbulkan dari kelompok mereka sendiri dari penyebaran virus itu pada orang sekitarnya.
▪ *Intinya,* kelompok paham Jabariyyah ini hanya peduli pada pemberi "Asbab", bukan pada "Musabbab".
Yakin hanya pada Allah, tapi tidak yakin pada Sunatullah-Nya.
2⃣ *Qadariyyah*
▪Sepenuhnya Yakin Pada Kekuatan Diri Sendiri, Tanpa Melibatkan Kekuatan Allah Subhanahuwata'ala Sama Sekali.
▪Cara berpikir kelompok ini seringkali mengandalkan kemampuan diri sendiri atau orang lain yang dianggapnya kuat atau kemampuan seorang pemimpin atau para pengelola negara yang mereka yakini kemampuannya.
▪Mereka hanya berkeyakinan penuh pada kecanggihan peralatan medis serta kemajuan ilmu pengetahuan. Namun, menafikan Allah Subhanahuwata'ala dalam setiap peristiwa dan kejadian.
▪ *Biasa mereka berslogan, umpamanya:* "Kami tidak takut Corona. Ayo kita lawan Corona!" atau "Peralatan medis kita sudah canggih! Corona tak akan masuk ke Indonesia!" dsb.
▪Kelompok paham ini seringkali lebih mengandalkan logika dan rasio, ketimbang keyakinan hati dan iman. Semua dinilai secara materialistik dan realistik.
▪ *Intinya,* paham Qadariyyah ini hanya melihat dan meyakini faktor "Musabbab", namun mengabaikan Sang Pemberi "Asbab".
3⃣ *Ahlu Sunnah wal Jama'ah*
▪Menyeimbangkan Antara Ikhtiar dan Tawakkal.
▪Kelompok Ahlu Sunnah wal Jama'ah memiliki sikap dan pandangan mu'tadil dan mutawasith; seimbang dan berimbang.
▪Mereka tidak terlalu takut berlebihan dan tidak pula menantang penuh kesombongan. Menyeimbangkan antara ikhtiar dan tawakkal.
▪Mereka selalu berusaha bertawakkal mendekatkan diri pada Allah subhanahuwata'ala dengan doa dan dzikir, namun pada saat yang sama, mereka juga selalu berikhtiar dengan obat-obatan yang membuat fit badan.
▪Mereka senantiasa menjaga kebersihan fisik dan juga kebersihan bathin.
▪Mereka berdoa dan memakai masker bila diperlukan.
▪Kelompok ini mengikuti aturan medis juga mematuhi dan tunduk pada aturan agama dan ilmu pengetahuan. Keseimbangan antara nalar dan iman, kesetaraan antara hati dan logika akal.
▪Jika disarankan agar mereka menghindari penyebab antiasipasinya, misalnya menjauhi kerumunan massa, mereka akan lakukan, tapi mereka juga tak lupa berlindung dengan Allah dari segala kemudharatan.
▪Kelompok ini berkeyakinan bahwa Allah yang menjadi "Musabbab", tapi juga Dia yang menciptakan "Asbab". Dia yang menurunkan bala wabah penyakit, namun Dia pula yang memberikan cara menghindari dan penyembuhan wabah penyakit tersebut.
▪Kita bisa belajar dari sikap dan tindakan Khalifah Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, Manakala Khalifah Umar bin Khattab dan pasukannya membatalkan rencananya memasuki kota Syam yang ketika itu sedang terserang wabah penyakit -sewaktu di kota Sargh- salah seorang sahabat bernama Abu Ubaidah al- Jarrah mendebatnya.
*أنفر من قزر الله، يا أمير المؤمنين؟*
"Akankah kita akan menghindar dari takdir Allah, wahai Amirul mukminin?!"
Lantas Umar bin Khattab menjawab:
*نعم، نفر من قدر الله إلى قدر الله!*
"Benar! Kita menghindari dari satu takdir Allah kepada takdir-Nya yang lain!"
Tak berapa lama, datanglah sahabat lainnya, Abdurrahman bin Auf yang menyampaikan hadits Rasulullah yang pernah didengarnya saat ia masih bersama Rasulullah semasa hidupnya.
*قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا سمعتم به - أي الطاعون- بأرض الوباء فلا تقدموا عليه وإذا وقع وأنتم بها فلا تخرجوا فرارا منه. [رواه البخاري]*
Rasulullah bersabda: "Jika kalian mendengar adanya satu wabah penyakit di satu negeri, maka janganlah kalian memasukinya dan jika kalian berada di negeri itu, maka janganlah pula kalian meninggalkannya karena menghindarinya."
[HR. Bukhari]
▪Nah tentang soal tawakkal, kita bisa belajar pula dari kisah salah seorang sahabat Nabi yang meninggalkan tali kekang untanya terlepas begitu saja, tanpa diikatkan di sebuah batu saat ia memasuki masjid Nabawi untuk beribadah.
Lantas Rasulullah menegurnya, "Kenapa tidak kau ikat untamu itu?!"
Di menjawab: "Aku serahkan untaku pada Allah, ya Rasulullah! Jika Allah menghendaki-Nya dia tetap ada bersamaku. Tapi jika Allah menghendakinya hilang, maka dia hilang dariku!"
Rasulullah tersenyum.
"Bukan begitu caranya!"
Nabi lantas mengajarkan ikhtiar dengan cara memintanya mengikat untanya, lantas Nabi bersabda:
"Sekarang barulah engkau bertawakkal dan serahkan semuanya pada Allah!"
Begitulah ajaran Rasulullah dalam bertawakkal yang sesuai sunnah dan ajaran Islam.
*Jika pun semua ikhtiar dan tawakkal sudah sepenuhnya dilaksanakan secara maksimal, hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, barulah kita bicara soal takdir. Bukan takdir tanpa ikhtiar, bukan ikthiar tanpa tawakkal.
Wallahu 'alam.
📝 Thob'u wa Naqlu
https://youtu.be/zjSO5GmJt1U
Minggu, 27 Oktober 2019
Kunci cerdas anak adalah kerja sama orang tua.
https://www.instagram.com/deju_salju/
#Metime
Salah satu kunci kecerdasan, etika/ bagus adab seorang anak ada pada kensep parenting orang tua. Keberhasilan anak adalah kesuksesan orang tua, keberhasilan yang sebetulnya adalah ketika anak sudah tahu benar dan salah, dan sudah mengenal siapa dirinya yakni dengan konsep sudah terpatri ketauhidan di hatinya.
😂
😁
😍
Anak perlu waktu bersama keluarga, diajak berbuat kebaikkan, diajak terutama mengenal Allah, diajak berbagi/ berinfaq(mengajarkan empati) , jalan jalan(menambah wawasan dan berjalan kaki lebih sehat) , memasak bersama(memupukkan kebersamaan dan melatih motorik) , mencuci bersama, dilembutkan(etika berbicara) , berkata baik(berbicara sopan) , positif (anak yang bijaksana itu karena suka terlatih dri pembiasaan hal baik) , tidak berghibah(stop bergosip(, diajak mainan tradisional(melatih asfek kecerdasan, etika, kesabaran, motorik), diajak melakukan hal kesukaannya, dihargai karyanya, dikenal teman n sahabatnya, berbagi cerita motivasi, dibacakan cerita, dibacakan kisah Rasulullah/sahabat, diajak mandiri, diajak kuat, diajak mencintai hewan, mencintai buku dll.
😻
💟
💞
Jadi intinya adalah orang tua menjadi salah satu cerminan anak
😍
😅
🤩.
Sebanyak apa pun les les anak (les musik, matematika, les renang, les ini, les itu) yang diikuti justru malah membuatnya tertekan bila tidak ada waktu main bersama keluarga, membuat kelelahan ditahun berikutnya, tuntutan harus rangking/ bisa ini itu tanpa penjelas membuatnya tersakiti, anak bukan robot yang harus mengikuti alur keinginan orang tua, cobalah bertanya dan dibantu, dikembangkan potensinya. (untuk usia TK dan SD, jangan banyak mengikuti banyak les).
Potensi setiap anak berbeda beda, jangan tuntut anak seperti kakaknya (itu melukai dan kita juga orang dewasa tidak mau kan dibandingkan
😭
😢
😥??)
By the way, potensi anak itu banyak sekali.... Bukan hanya harus cerdas di satu bidang, bukan hanya harus menguasai misal maaf matematika saja.
😛
😜
😋
Anak suka menggambar, itu juga potensi.
Anak suka berbagi makanan, itu juga potensi.
Anak suka menyayangi hewan
Itu juga potensi toch
🦉
🐧
🙊
🐗
🐺
Semua anak cerdas, berpotensi dan itu semua kuncinya adalah ada dalam penanaman pola asuh untuk anak dari orang tua.
Maka mari selamatkan anak anak kita, dengan memberikan perhatian, motivasi positif, teladan langsung (jangan sampai ada istilah anak saya ketergantungan games, hp, ps sehingga emosinya tdk bagus tapi ternyata orang tua sendiri yg membiarkan anak seperti ini misal memfasilitasi untuk membuatnya diam, anteng justru ini menghancurkannya, tidak ada waktu bersama anak, menuntut anak ini itu).
🤣
😍
😘 hayu sholih/ah bersama sama biar anak semakin kokoh pendiriannya, semakin kuat kepercayaan dirinya.
Anak bukan hanya butuh harta sehingga kita sibuk sana sini cari segumpal mas berlian, tapi ia perlu waktu kita juga untuk menemaninya.
Sudahkah kita pernah memuji hasil karya anak?
Sudahkah kita mengajak sholat berjamaah di mesjid?
Sudahkah raport dan kegiatan parenting anak disekolah kita gesit untuk mengambil dan mengikutinya?
😳
🤭
😱
Sudahkan kita bertanya hal baik apa saja yg suka dilakukan anak kita?
Sukakah kita merapikan galingan buku tulis anak anak dan memberikan tulisan di buku tulisnya, kata kata positif (anandaku, semangat ya menulisnya biar hebat)
Adakah waktu kita untuk mengajaknya potong kuku?
Adakah waktu kita untuk menonton film kartu bersamanya?
Adakah waktu berlomba bersepeda dengannya?
Sudahkan kita menstop hilang kata nakal, membicarakan ke jelekan anak kita kepada orang? (Allah saja menjaga aib kita, eleuh eleuh kita malah mengeluhkan, membicarakan kekurang baikkan anak kita pada orang
😣
😩
😭).
Berdoalah pada Allah agar anak kita berubah, dan kita memantaskan diri
kembali menjadi lebih baik agar jadi teladan. Bisa jadi anak seperti
itu, karena ada sikap kurang baik kita yang membuatnya berontak
sehingga ia begitu begini oh doraemon (oups kok jadi ke sana
🤩
😱
🤭)
Bersyukurlah kita mempunyai anak, karena anak adalah harta paling mahal yang tdk bisa dibeli oleh berlian sekalipun, anak kita ini aset surga kita
Ia adalah amanah titipan berharga, yg tak sembarang kita memperlakukannya, ia mempunyai hati untuk kita jaga, ia mempunyai harapan yg tinggi, ia polos dan percaya pada kita, ia diibaratkan kertas yg putih dan kita yg akan membantu tulisan warna kehidupan apa u membantunya berjalan di bumi yang fana ini.
Bersyukurlah mempunyai anak, diluar sana banyak orang lain yg belum dikarunia anak, bahkan menantikannya bertahun tahun
-memilikinya bukan berarti harus berlebihan dalam mencintainya sehingga justru malah membuat anak tertekan, membuatnya seperti robot, tidak boleh ini itu tanpa penjelasan, harus ini itu semesntara kitanya tidak menjadi teladan.
2018 lebih cerdas, dan perhatian pada anak sesuai parentingnya
2018 kita pataskan diri bersama
2018 sama sama kembali menggapai tujuan kita ya itu Allah
Harta, jabatan, rupa adalah titipan dan titipan yang paling berharga adalah anak.
Just share. Semoga bermanfaat.
#renunganuntukdirisendiri
byDeju
https://m.facebook.com/DeJu.Dzahabiyah https://mobile.twitter.com/Deju_Salju https://www.instagram.com/deju_salju/ https://www.youtube.com/channel/UCIftot0-HIhzTNsCxEim5zA https://mobileedukasi.home.blog/ Sit_Matahati OBJ=OrangSalah satu kunci kecerdasan, etika/ bagus adab seorang anak ada pada kensep parenting orang tua. Keberhasilan anak adalah kesuksesan orang tua, keberhasilan yang sebetulnya adalah ketika anak sudah tahu benar dan salah, dan sudah mengenal siapa dirinya yakni dengan konsep sudah terpatri ketauhidan di hatinya.
Anak perlu waktu bersama keluarga, diajak berbuat kebaikkan, diajak terutama mengenal Allah, diajak berbagi/ berinfaq(mengajarkan empati) , jalan jalan(menambah wawasan dan berjalan kaki lebih sehat) , memasak bersama(memupukkan kebersamaan dan melatih motorik) , mencuci bersama, dilembutkan(etika berbicara) , berkata baik(berbicara sopan) , positif (anak yang bijaksana itu karena suka terlatih dri pembiasaan hal baik) , tidak berghibah(stop bergosip(, diajak mainan tradisional(melatih asfek kecerdasan, etika, kesabaran, motorik), diajak melakukan hal kesukaannya, dihargai karyanya, dikenal teman n sahabatnya, berbagi cerita motivasi, dibacakan cerita, dibacakan kisah Rasulullah/sahabat, diajak mandiri, diajak kuat, diajak mencintai hewan, mencintai buku dll.
Jadi intinya adalah orang tua menjadi salah satu cerminan anak
Sebanyak apa pun les les anak (les musik, matematika, les renang, les ini, les itu) yang diikuti justru malah membuatnya tertekan bila tidak ada waktu main bersama keluarga, membuat kelelahan ditahun berikutnya, tuntutan harus rangking/ bisa ini itu tanpa penjelas membuatnya tersakiti, anak bukan robot yang harus mengikuti alur keinginan orang tua, cobalah bertanya dan dibantu, dikembangkan potensinya. (untuk usia TK dan SD, jangan banyak mengikuti banyak les).
Potensi setiap anak berbeda beda, jangan tuntut anak seperti kakaknya (itu melukai dan kita juga orang dewasa tidak mau kan dibandingkan
By the way, potensi anak itu banyak sekali.... Bukan hanya harus cerdas di satu bidang, bukan hanya harus menguasai misal maaf matematika saja.
Anak suka menggambar, itu juga potensi.
Anak suka berbagi makanan, itu juga potensi.
Anak suka menyayangi hewan
Itu juga potensi toch
Semua anak cerdas, berpotensi dan itu semua kuncinya adalah ada dalam penanaman pola asuh untuk anak dari orang tua.
Maka mari selamatkan anak anak kita, dengan memberikan perhatian, motivasi positif, teladan langsung (jangan sampai ada istilah anak saya ketergantungan games, hp, ps sehingga emosinya tdk bagus tapi ternyata orang tua sendiri yg membiarkan anak seperti ini misal memfasilitasi untuk membuatnya diam, anteng justru ini menghancurkannya, tidak ada waktu bersama anak, menuntut anak ini itu).
Anak bukan hanya butuh harta sehingga kita sibuk sana sini cari segumpal mas berlian, tapi ia perlu waktu kita juga untuk menemaninya.
Sudahkah kita pernah memuji hasil karya anak?
Sudahkah kita mengajak sholat berjamaah di mesjid?
Sudahkah raport dan kegiatan parenting anak disekolah kita gesit untuk mengambil dan mengikutinya?
Sudahkan kita bertanya hal baik apa saja yg suka dilakukan anak kita?
Sukakah kita merapikan galingan buku tulis anak anak dan memberikan tulisan di buku tulisnya, kata kata positif (anandaku, semangat ya menulisnya biar hebat)
Adakah waktu kita untuk mengajaknya potong kuku?
Adakah waktu kita untuk menonton film kartu bersamanya?
Adakah waktu berlomba bersepeda dengannya?
Sudahkan kita menstop hilang kata nakal, membicarakan ke jelekan anak kita kepada orang? (Allah saja menjaga aib kita, eleuh eleuh kita malah mengeluhkan, membicarakan kekurang baikkan anak kita pada orang
Bersyukurlah kita mempunyai anak, karena anak adalah harta paling mahal yang tdk bisa dibeli oleh berlian sekalipun, anak kita ini aset surga kita
Ia adalah amanah titipan berharga, yg tak sembarang kita memperlakukannya, ia mempunyai hati untuk kita jaga, ia mempunyai harapan yg tinggi, ia polos dan percaya pada kita, ia diibaratkan kertas yg putih dan kita yg akan membantu tulisan warna kehidupan apa u membantunya berjalan di bumi yang fana ini.
Bersyukurlah mempunyai anak, diluar sana banyak orang lain yg belum dikarunia anak, bahkan menantikannya bertahun tahun
-memilikinya bukan berarti harus berlebihan dalam mencintainya sehingga justru malah membuat anak tertekan, membuatnya seperti robot, tidak boleh ini itu tanpa penjelasan, harus ini itu semesntara kitanya tidak menjadi teladan.
2018 lebih cerdas, dan perhatian pada anak sesuai parentingnya
2018 kita pataskan diri bersama
2018 sama sama kembali menggapai tujuan kita ya itu Allah
Harta, jabatan, rupa adalah titipan dan titipan yang paling berharga adalah anak.
Just share. Semoga bermanfaat.
#renunganuntukdirisendiri
byDeju
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/DejuSalju
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/deju_salju
Langganan:
Postingan (Atom)
Jangan Kalah DENGAN Sedekah Orang Miskin
Suatu siang. Di persimpangan jalan yang tak terlalu besar. Seorang pengendara Pajero Sport keluaran terbaru membuka sedikit kaca jendela mob...
-
Sebab Cinta Sebab cinta, Allah sekali lagi mengantarkan Ramadhan di hadapan kita. Agar kita bisa kembali mendekat kepada-Nya, agar ki...
-
* *Jabariyyah* ▪Menyerahkan Sepenuhnya Pada Takdir Allah, Namun Tanpa Ada Usaha dan Ikhtiar. ▪Pandangan kelompok ini menganggap bahwa se...
-
Ketika kita menguasai bahasa terutama bahasa asing😍, kita sedang belajar kembali berkomunikasi, bersosial, membuka cakrawala cita cita, mem...














