| Waktu begitu berharga dan takan kemali, sudah siapkah pulang kepada Allah? Bekal apa yang sudah dibawa? | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| No | Aktivity | Month: | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | |||||
| 1 | Shubuh Prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2 | Midday Prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 3 | Asr Prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4 | Maghrib prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 5 | Isha Prayer | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 6 | 2r Qobla s Subuh | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 7 | 2r Bada s Zhuhur | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 8 | 2r Bada s Magrib | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9 | 2r Bada s Isya | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 10 | 2r Bada s Zhuhur | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 11 | Qiyamul Lail/ Tahajud | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 12 | Reading Books | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 13 | One Day One Juz | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 14 | Al Ma'tsurat pagi | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 15 | Al Ma'tsurat Sore | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 16 | Memorizing Arabic | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 17 | Riyadhoh | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 18 | Memorizing The Hadits | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 19 | Hear Tausyiah | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 20 | Infaq/ Alms | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 21 | S Sunah Dhuha | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 22 | Birrur Walidain | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 23 | BRTT | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 24 | Pakai Hp sesual Jadwal | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 25 | Ziyadah Al Qur'an | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 26 | Murajaah | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 27 | Pray On Time | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 28 | Keep Wudhu | |||||||||||||||||||||||||||||||||
Mereka yang akan selalu dikenang didunia ini adalah mereka yang menjadi penerang dalam hidup, panutan dalam berkata, dan contoh dalam bertahta. Merekalah orang orang dengan karakter terbaik. hamasah, menjadi lebih baik. Allah bersamamu.
Mengenai Saya
- Deju-Salju ''Melukis karya''
- Teruslah bergerak. hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.Teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu. Life is not just happy yourself, but share your happiness to those around us because it will increase happiness when shared. Donna toki ni mo inori o wasurenaide Jalmi tiasa suksés, margi gaduh seueur cara.آدَبُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
Rabu, 01 April 2020
Mutaba'ah Yaumiyah Deju Salju
Selasa, 24 Maret 2020
Ada 3 Sikap Kelompok Aliran Teologi Dalam Islam Ketika Menghadapi Wabah Bala Penyakit*
* *Jabariyyah*
▪Menyerahkan Sepenuhnya Pada Takdir Allah, Namun Tanpa Ada Usaha dan Ikhtiar.
▪Pandangan kelompok ini menganggap bahwa semua wabah penyakit itu semata berasal dari Allah Subhanahuwata'ala.
Namun, mereka tidak mau peduli dengan usaha syariat untuk menghindarinya.
▪Mereka berpandangan sekiranya mereka terkena wabah penyakit tersebut merupakan takdir dari Allah.
▪Kalau pun nanti meninggal dunia itu pun juga sudah takdir dari Allah.
▪Sekiranya mereka selamat -tidak terkena apa-apa- itu pun juga sudah takdir dari Allah subhanahuwata'ala.
▪Mereka tak peduli masker, tak peduli alat pencegahan kesehatan, dan tak peduli orang lain, mereka hanya peduli keyakinan mereka semata.
▪Himbauan medis tidak ada dalam kamus mereka, kecuali jika memang sudah parah kondisinya, itu pun jika sudah terpaksa.
▪ *Contoh slogannya, misalnya:* "Kami hanya takut kepada Allah, tidak takut Corona! Corona itu juga makhluk Allah!" (tanpa mengindahkan arahan dan himbauan dunia medis).
▪Kelompok tersebut hanya peduli pada keyakinan mereka sendiri, tanpa memperdulikan efek serta dampak yang bisa saja ditimbulkan dari kelompok mereka sendiri dari penyebaran virus itu pada orang sekitarnya.
▪ *Intinya,* kelompok paham Jabariyyah ini hanya peduli pada pemberi "Asbab", bukan pada "Musabbab".
Yakin hanya pada Allah, tapi tidak yakin pada Sunatullah-Nya.
2⃣ *Qadariyyah*
▪Sepenuhnya Yakin Pada Kekuatan Diri Sendiri, Tanpa Melibatkan Kekuatan Allah Subhanahuwata'ala Sama Sekali.
▪Cara berpikir kelompok ini seringkali mengandalkan kemampuan diri sendiri atau orang lain yang dianggapnya kuat atau kemampuan seorang pemimpin atau para pengelola negara yang mereka yakini kemampuannya.
▪Mereka hanya berkeyakinan penuh pada kecanggihan peralatan medis serta kemajuan ilmu pengetahuan. Namun, menafikan Allah Subhanahuwata'ala dalam setiap peristiwa dan kejadian.
▪ *Biasa mereka berslogan, umpamanya:* "Kami tidak takut Corona. Ayo kita lawan Corona!" atau "Peralatan medis kita sudah canggih! Corona tak akan masuk ke Indonesia!" dsb.
▪Kelompok paham ini seringkali lebih mengandalkan logika dan rasio, ketimbang keyakinan hati dan iman. Semua dinilai secara materialistik dan realistik.
▪ *Intinya,* paham Qadariyyah ini hanya melihat dan meyakini faktor "Musabbab", namun mengabaikan Sang Pemberi "Asbab".
3⃣ *Ahlu Sunnah wal Jama'ah*
▪Menyeimbangkan Antara Ikhtiar dan Tawakkal.
▪Kelompok Ahlu Sunnah wal Jama'ah memiliki sikap dan pandangan mu'tadil dan mutawasith; seimbang dan berimbang.
▪Mereka tidak terlalu takut berlebihan dan tidak pula menantang penuh kesombongan. Menyeimbangkan antara ikhtiar dan tawakkal.
▪Mereka selalu berusaha bertawakkal mendekatkan diri pada Allah subhanahuwata'ala dengan doa dan dzikir, namun pada saat yang sama, mereka juga selalu berikhtiar dengan obat-obatan yang membuat fit badan.
▪Mereka senantiasa menjaga kebersihan fisik dan juga kebersihan bathin.
▪Mereka berdoa dan memakai masker bila diperlukan.
▪Kelompok ini mengikuti aturan medis juga mematuhi dan tunduk pada aturan agama dan ilmu pengetahuan. Keseimbangan antara nalar dan iman, kesetaraan antara hati dan logika akal.
▪Jika disarankan agar mereka menghindari penyebab antiasipasinya, misalnya menjauhi kerumunan massa, mereka akan lakukan, tapi mereka juga tak lupa berlindung dengan Allah dari segala kemudharatan.
▪Kelompok ini berkeyakinan bahwa Allah yang menjadi "Musabbab", tapi juga Dia yang menciptakan "Asbab". Dia yang menurunkan bala wabah penyakit, namun Dia pula yang memberikan cara menghindari dan penyembuhan wabah penyakit tersebut.
▪Kita bisa belajar dari sikap dan tindakan Khalifah Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, Manakala Khalifah Umar bin Khattab dan pasukannya membatalkan rencananya memasuki kota Syam yang ketika itu sedang terserang wabah penyakit -sewaktu di kota Sargh- salah seorang sahabat bernama Abu Ubaidah al- Jarrah mendebatnya.
*أنفر من قزر الله، يا أمير المؤمنين؟*
"Akankah kita akan menghindar dari takdir Allah, wahai Amirul mukminin?!"
Lantas Umar bin Khattab menjawab:
*نعم، نفر من قدر الله إلى قدر الله!*
"Benar! Kita menghindari dari satu takdir Allah kepada takdir-Nya yang lain!"
Tak berapa lama, datanglah sahabat lainnya, Abdurrahman bin Auf yang menyampaikan hadits Rasulullah yang pernah didengarnya saat ia masih bersama Rasulullah semasa hidupnya.
*قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا سمعتم به - أي الطاعون- بأرض الوباء فلا تقدموا عليه وإذا وقع وأنتم بها فلا تخرجوا فرارا منه. [رواه البخاري]*
Rasulullah bersabda: "Jika kalian mendengar adanya satu wabah penyakit di satu negeri, maka janganlah kalian memasukinya dan jika kalian berada di negeri itu, maka janganlah pula kalian meninggalkannya karena menghindarinya."
[HR. Bukhari]
▪Nah tentang soal tawakkal, kita bisa belajar pula dari kisah salah seorang sahabat Nabi yang meninggalkan tali kekang untanya terlepas begitu saja, tanpa diikatkan di sebuah batu saat ia memasuki masjid Nabawi untuk beribadah.
Lantas Rasulullah menegurnya, "Kenapa tidak kau ikat untamu itu?!"
Di menjawab: "Aku serahkan untaku pada Allah, ya Rasulullah! Jika Allah menghendaki-Nya dia tetap ada bersamaku. Tapi jika Allah menghendakinya hilang, maka dia hilang dariku!"
Rasulullah tersenyum.
"Bukan begitu caranya!"
Nabi lantas mengajarkan ikhtiar dengan cara memintanya mengikat untanya, lantas Nabi bersabda:
"Sekarang barulah engkau bertawakkal dan serahkan semuanya pada Allah!"
Begitulah ajaran Rasulullah dalam bertawakkal yang sesuai sunnah dan ajaran Islam.
*Jika pun semua ikhtiar dan tawakkal sudah sepenuhnya dilaksanakan secara maksimal, hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, barulah kita bicara soal takdir. Bukan takdir tanpa ikhtiar, bukan ikthiar tanpa tawakkal.
Wallahu 'alam.
📝 Thob'u wa Naqlu
https://youtu.be/zjSO5GmJt1U
▪Menyerahkan Sepenuhnya Pada Takdir Allah, Namun Tanpa Ada Usaha dan Ikhtiar.
▪Pandangan kelompok ini menganggap bahwa semua wabah penyakit itu semata berasal dari Allah Subhanahuwata'ala.
Namun, mereka tidak mau peduli dengan usaha syariat untuk menghindarinya.
▪Mereka berpandangan sekiranya mereka terkena wabah penyakit tersebut merupakan takdir dari Allah.
▪Kalau pun nanti meninggal dunia itu pun juga sudah takdir dari Allah.
▪Sekiranya mereka selamat -tidak terkena apa-apa- itu pun juga sudah takdir dari Allah subhanahuwata'ala.
▪Mereka tak peduli masker, tak peduli alat pencegahan kesehatan, dan tak peduli orang lain, mereka hanya peduli keyakinan mereka semata.
▪Himbauan medis tidak ada dalam kamus mereka, kecuali jika memang sudah parah kondisinya, itu pun jika sudah terpaksa.
▪ *Contoh slogannya, misalnya:* "Kami hanya takut kepada Allah, tidak takut Corona! Corona itu juga makhluk Allah!" (tanpa mengindahkan arahan dan himbauan dunia medis).
▪Kelompok tersebut hanya peduli pada keyakinan mereka sendiri, tanpa memperdulikan efek serta dampak yang bisa saja ditimbulkan dari kelompok mereka sendiri dari penyebaran virus itu pada orang sekitarnya.
▪ *Intinya,* kelompok paham Jabariyyah ini hanya peduli pada pemberi "Asbab", bukan pada "Musabbab".
Yakin hanya pada Allah, tapi tidak yakin pada Sunatullah-Nya.
2⃣ *Qadariyyah*
▪Sepenuhnya Yakin Pada Kekuatan Diri Sendiri, Tanpa Melibatkan Kekuatan Allah Subhanahuwata'ala Sama Sekali.
▪Cara berpikir kelompok ini seringkali mengandalkan kemampuan diri sendiri atau orang lain yang dianggapnya kuat atau kemampuan seorang pemimpin atau para pengelola negara yang mereka yakini kemampuannya.
▪Mereka hanya berkeyakinan penuh pada kecanggihan peralatan medis serta kemajuan ilmu pengetahuan. Namun, menafikan Allah Subhanahuwata'ala dalam setiap peristiwa dan kejadian.
▪ *Biasa mereka berslogan, umpamanya:* "Kami tidak takut Corona. Ayo kita lawan Corona!" atau "Peralatan medis kita sudah canggih! Corona tak akan masuk ke Indonesia!" dsb.
▪Kelompok paham ini seringkali lebih mengandalkan logika dan rasio, ketimbang keyakinan hati dan iman. Semua dinilai secara materialistik dan realistik.
▪ *Intinya,* paham Qadariyyah ini hanya melihat dan meyakini faktor "Musabbab", namun mengabaikan Sang Pemberi "Asbab".
3⃣ *Ahlu Sunnah wal Jama'ah*
▪Menyeimbangkan Antara Ikhtiar dan Tawakkal.
▪Kelompok Ahlu Sunnah wal Jama'ah memiliki sikap dan pandangan mu'tadil dan mutawasith; seimbang dan berimbang.
▪Mereka tidak terlalu takut berlebihan dan tidak pula menantang penuh kesombongan. Menyeimbangkan antara ikhtiar dan tawakkal.
▪Mereka selalu berusaha bertawakkal mendekatkan diri pada Allah subhanahuwata'ala dengan doa dan dzikir, namun pada saat yang sama, mereka juga selalu berikhtiar dengan obat-obatan yang membuat fit badan.
▪Mereka senantiasa menjaga kebersihan fisik dan juga kebersihan bathin.
▪Mereka berdoa dan memakai masker bila diperlukan.
▪Kelompok ini mengikuti aturan medis juga mematuhi dan tunduk pada aturan agama dan ilmu pengetahuan. Keseimbangan antara nalar dan iman, kesetaraan antara hati dan logika akal.
▪Jika disarankan agar mereka menghindari penyebab antiasipasinya, misalnya menjauhi kerumunan massa, mereka akan lakukan, tapi mereka juga tak lupa berlindung dengan Allah dari segala kemudharatan.
▪Kelompok ini berkeyakinan bahwa Allah yang menjadi "Musabbab", tapi juga Dia yang menciptakan "Asbab". Dia yang menurunkan bala wabah penyakit, namun Dia pula yang memberikan cara menghindari dan penyembuhan wabah penyakit tersebut.
▪Kita bisa belajar dari sikap dan tindakan Khalifah Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, Manakala Khalifah Umar bin Khattab dan pasukannya membatalkan rencananya memasuki kota Syam yang ketika itu sedang terserang wabah penyakit -sewaktu di kota Sargh- salah seorang sahabat bernama Abu Ubaidah al- Jarrah mendebatnya.
*أنفر من قزر الله، يا أمير المؤمنين؟*
"Akankah kita akan menghindar dari takdir Allah, wahai Amirul mukminin?!"
Lantas Umar bin Khattab menjawab:
*نعم، نفر من قدر الله إلى قدر الله!*
"Benar! Kita menghindari dari satu takdir Allah kepada takdir-Nya yang lain!"
Tak berapa lama, datanglah sahabat lainnya, Abdurrahman bin Auf yang menyampaikan hadits Rasulullah yang pernah didengarnya saat ia masih bersama Rasulullah semasa hidupnya.
*قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا سمعتم به - أي الطاعون- بأرض الوباء فلا تقدموا عليه وإذا وقع وأنتم بها فلا تخرجوا فرارا منه. [رواه البخاري]*
Rasulullah bersabda: "Jika kalian mendengar adanya satu wabah penyakit di satu negeri, maka janganlah kalian memasukinya dan jika kalian berada di negeri itu, maka janganlah pula kalian meninggalkannya karena menghindarinya."
[HR. Bukhari]
▪Nah tentang soal tawakkal, kita bisa belajar pula dari kisah salah seorang sahabat Nabi yang meninggalkan tali kekang untanya terlepas begitu saja, tanpa diikatkan di sebuah batu saat ia memasuki masjid Nabawi untuk beribadah.
Lantas Rasulullah menegurnya, "Kenapa tidak kau ikat untamu itu?!"
Di menjawab: "Aku serahkan untaku pada Allah, ya Rasulullah! Jika Allah menghendaki-Nya dia tetap ada bersamaku. Tapi jika Allah menghendakinya hilang, maka dia hilang dariku!"
Rasulullah tersenyum.
"Bukan begitu caranya!"
Nabi lantas mengajarkan ikhtiar dengan cara memintanya mengikat untanya, lantas Nabi bersabda:
"Sekarang barulah engkau bertawakkal dan serahkan semuanya pada Allah!"
Begitulah ajaran Rasulullah dalam bertawakkal yang sesuai sunnah dan ajaran Islam.
*Jika pun semua ikhtiar dan tawakkal sudah sepenuhnya dilaksanakan secara maksimal, hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, barulah kita bicara soal takdir. Bukan takdir tanpa ikhtiar, bukan ikthiar tanpa tawakkal.
Wallahu 'alam.
📝 Thob'u wa Naqlu
https://youtu.be/zjSO5GmJt1U
Minggu, 27 Oktober 2019
Kunci cerdas anak adalah kerja sama orang tua.
https://www.instagram.com/deju_salju/
#Metime
Salah satu kunci kecerdasan, etika/ bagus adab seorang anak ada pada kensep parenting orang tua. Keberhasilan anak adalah kesuksesan orang tua, keberhasilan yang sebetulnya adalah ketika anak sudah tahu benar dan salah, dan sudah mengenal siapa dirinya yakni dengan konsep sudah terpatri ketauhidan di hatinya.
😂
😁
😍
Anak perlu waktu bersama keluarga, diajak berbuat kebaikkan, diajak terutama mengenal Allah, diajak berbagi/ berinfaq(mengajarkan empati) , jalan jalan(menambah wawasan dan berjalan kaki lebih sehat) , memasak bersama(memupukkan kebersamaan dan melatih motorik) , mencuci bersama, dilembutkan(etika berbicara) , berkata baik(berbicara sopan) , positif (anak yang bijaksana itu karena suka terlatih dri pembiasaan hal baik) , tidak berghibah(stop bergosip(, diajak mainan tradisional(melatih asfek kecerdasan, etika, kesabaran, motorik), diajak melakukan hal kesukaannya, dihargai karyanya, dikenal teman n sahabatnya, berbagi cerita motivasi, dibacakan cerita, dibacakan kisah Rasulullah/sahabat, diajak mandiri, diajak kuat, diajak mencintai hewan, mencintai buku dll.
😻
💟
💞
Jadi intinya adalah orang tua menjadi salah satu cerminan anak
😍
😅
🤩.
Sebanyak apa pun les les anak (les musik, matematika, les renang, les ini, les itu) yang diikuti justru malah membuatnya tertekan bila tidak ada waktu main bersama keluarga, membuat kelelahan ditahun berikutnya, tuntutan harus rangking/ bisa ini itu tanpa penjelas membuatnya tersakiti, anak bukan robot yang harus mengikuti alur keinginan orang tua, cobalah bertanya dan dibantu, dikembangkan potensinya. (untuk usia TK dan SD, jangan banyak mengikuti banyak les).
Potensi setiap anak berbeda beda, jangan tuntut anak seperti kakaknya (itu melukai dan kita juga orang dewasa tidak mau kan dibandingkan
😭
😢
😥??)
By the way, potensi anak itu banyak sekali.... Bukan hanya harus cerdas di satu bidang, bukan hanya harus menguasai misal maaf matematika saja.
😛
😜
😋
Anak suka menggambar, itu juga potensi.
Anak suka berbagi makanan, itu juga potensi.
Anak suka menyayangi hewan
Itu juga potensi toch
🦉
🐧
🙊
🐗
🐺
Semua anak cerdas, berpotensi dan itu semua kuncinya adalah ada dalam penanaman pola asuh untuk anak dari orang tua.
Maka mari selamatkan anak anak kita, dengan memberikan perhatian, motivasi positif, teladan langsung (jangan sampai ada istilah anak saya ketergantungan games, hp, ps sehingga emosinya tdk bagus tapi ternyata orang tua sendiri yg membiarkan anak seperti ini misal memfasilitasi untuk membuatnya diam, anteng justru ini menghancurkannya, tidak ada waktu bersama anak, menuntut anak ini itu).
🤣
😍
😘 hayu sholih/ah bersama sama biar anak semakin kokoh pendiriannya, semakin kuat kepercayaan dirinya.
Anak bukan hanya butuh harta sehingga kita sibuk sana sini cari segumpal mas berlian, tapi ia perlu waktu kita juga untuk menemaninya.
Sudahkah kita pernah memuji hasil karya anak?
Sudahkah kita mengajak sholat berjamaah di mesjid?
Sudahkah raport dan kegiatan parenting anak disekolah kita gesit untuk mengambil dan mengikutinya?
😳
🤭
😱
Sudahkan kita bertanya hal baik apa saja yg suka dilakukan anak kita?
Sukakah kita merapikan galingan buku tulis anak anak dan memberikan tulisan di buku tulisnya, kata kata positif (anandaku, semangat ya menulisnya biar hebat)
Adakah waktu kita untuk mengajaknya potong kuku?
Adakah waktu kita untuk menonton film kartu bersamanya?
Adakah waktu berlomba bersepeda dengannya?
Sudahkan kita menstop hilang kata nakal, membicarakan ke jelekan anak kita kepada orang? (Allah saja menjaga aib kita, eleuh eleuh kita malah mengeluhkan, membicarakan kekurang baikkan anak kita pada orang
😣
😩
😭).
Berdoalah pada Allah agar anak kita berubah, dan kita memantaskan diri
kembali menjadi lebih baik agar jadi teladan. Bisa jadi anak seperti
itu, karena ada sikap kurang baik kita yang membuatnya berontak
sehingga ia begitu begini oh doraemon (oups kok jadi ke sana
🤩
😱
🤭)
Bersyukurlah kita mempunyai anak, karena anak adalah harta paling mahal yang tdk bisa dibeli oleh berlian sekalipun, anak kita ini aset surga kita
Ia adalah amanah titipan berharga, yg tak sembarang kita memperlakukannya, ia mempunyai hati untuk kita jaga, ia mempunyai harapan yg tinggi, ia polos dan percaya pada kita, ia diibaratkan kertas yg putih dan kita yg akan membantu tulisan warna kehidupan apa u membantunya berjalan di bumi yang fana ini.
Bersyukurlah mempunyai anak, diluar sana banyak orang lain yg belum dikarunia anak, bahkan menantikannya bertahun tahun
-memilikinya bukan berarti harus berlebihan dalam mencintainya sehingga justru malah membuat anak tertekan, membuatnya seperti robot, tidak boleh ini itu tanpa penjelasan, harus ini itu semesntara kitanya tidak menjadi teladan.
2018 lebih cerdas, dan perhatian pada anak sesuai parentingnya
2018 kita pataskan diri bersama
2018 sama sama kembali menggapai tujuan kita ya itu Allah
Harta, jabatan, rupa adalah titipan dan titipan yang paling berharga adalah anak.
Just share. Semoga bermanfaat.
#renunganuntukdirisendiri
byDeju
https://m.facebook.com/DeJu.Dzahabiyah https://mobile.twitter.com/Deju_Salju https://www.instagram.com/deju_salju/ https://www.youtube.com/channel/UCIftot0-HIhzTNsCxEim5zA https://mobileedukasi.home.blog/ Sit_Matahati OBJ=OrangSalah satu kunci kecerdasan, etika/ bagus adab seorang anak ada pada kensep parenting orang tua. Keberhasilan anak adalah kesuksesan orang tua, keberhasilan yang sebetulnya adalah ketika anak sudah tahu benar dan salah, dan sudah mengenal siapa dirinya yakni dengan konsep sudah terpatri ketauhidan di hatinya.
Anak perlu waktu bersama keluarga, diajak berbuat kebaikkan, diajak terutama mengenal Allah, diajak berbagi/ berinfaq(mengajarkan empati) , jalan jalan(menambah wawasan dan berjalan kaki lebih sehat) , memasak bersama(memupukkan kebersamaan dan melatih motorik) , mencuci bersama, dilembutkan(etika berbicara) , berkata baik(berbicara sopan) , positif (anak yang bijaksana itu karena suka terlatih dri pembiasaan hal baik) , tidak berghibah(stop bergosip(, diajak mainan tradisional(melatih asfek kecerdasan, etika, kesabaran, motorik), diajak melakukan hal kesukaannya, dihargai karyanya, dikenal teman n sahabatnya, berbagi cerita motivasi, dibacakan cerita, dibacakan kisah Rasulullah/sahabat, diajak mandiri, diajak kuat, diajak mencintai hewan, mencintai buku dll.
Jadi intinya adalah orang tua menjadi salah satu cerminan anak
Sebanyak apa pun les les anak (les musik, matematika, les renang, les ini, les itu) yang diikuti justru malah membuatnya tertekan bila tidak ada waktu main bersama keluarga, membuat kelelahan ditahun berikutnya, tuntutan harus rangking/ bisa ini itu tanpa penjelas membuatnya tersakiti, anak bukan robot yang harus mengikuti alur keinginan orang tua, cobalah bertanya dan dibantu, dikembangkan potensinya. (untuk usia TK dan SD, jangan banyak mengikuti banyak les).
Potensi setiap anak berbeda beda, jangan tuntut anak seperti kakaknya (itu melukai dan kita juga orang dewasa tidak mau kan dibandingkan
By the way, potensi anak itu banyak sekali.... Bukan hanya harus cerdas di satu bidang, bukan hanya harus menguasai misal maaf matematika saja.
Anak suka menggambar, itu juga potensi.
Anak suka berbagi makanan, itu juga potensi.
Anak suka menyayangi hewan
Itu juga potensi toch
Semua anak cerdas, berpotensi dan itu semua kuncinya adalah ada dalam penanaman pola asuh untuk anak dari orang tua.
Maka mari selamatkan anak anak kita, dengan memberikan perhatian, motivasi positif, teladan langsung (jangan sampai ada istilah anak saya ketergantungan games, hp, ps sehingga emosinya tdk bagus tapi ternyata orang tua sendiri yg membiarkan anak seperti ini misal memfasilitasi untuk membuatnya diam, anteng justru ini menghancurkannya, tidak ada waktu bersama anak, menuntut anak ini itu).
Anak bukan hanya butuh harta sehingga kita sibuk sana sini cari segumpal mas berlian, tapi ia perlu waktu kita juga untuk menemaninya.
Sudahkah kita pernah memuji hasil karya anak?
Sudahkah kita mengajak sholat berjamaah di mesjid?
Sudahkah raport dan kegiatan parenting anak disekolah kita gesit untuk mengambil dan mengikutinya?
Sudahkan kita bertanya hal baik apa saja yg suka dilakukan anak kita?
Sukakah kita merapikan galingan buku tulis anak anak dan memberikan tulisan di buku tulisnya, kata kata positif (anandaku, semangat ya menulisnya biar hebat)
Adakah waktu kita untuk mengajaknya potong kuku?
Adakah waktu kita untuk menonton film kartu bersamanya?
Adakah waktu berlomba bersepeda dengannya?
Sudahkan kita menstop hilang kata nakal, membicarakan ke jelekan anak kita kepada orang? (Allah saja menjaga aib kita, eleuh eleuh kita malah mengeluhkan, membicarakan kekurang baikkan anak kita pada orang
Bersyukurlah kita mempunyai anak, karena anak adalah harta paling mahal yang tdk bisa dibeli oleh berlian sekalipun, anak kita ini aset surga kita
Ia adalah amanah titipan berharga, yg tak sembarang kita memperlakukannya, ia mempunyai hati untuk kita jaga, ia mempunyai harapan yg tinggi, ia polos dan percaya pada kita, ia diibaratkan kertas yg putih dan kita yg akan membantu tulisan warna kehidupan apa u membantunya berjalan di bumi yang fana ini.
Bersyukurlah mempunyai anak, diluar sana banyak orang lain yg belum dikarunia anak, bahkan menantikannya bertahun tahun
-memilikinya bukan berarti harus berlebihan dalam mencintainya sehingga justru malah membuat anak tertekan, membuatnya seperti robot, tidak boleh ini itu tanpa penjelasan, harus ini itu semesntara kitanya tidak menjadi teladan.
2018 lebih cerdas, dan perhatian pada anak sesuai parentingnya
2018 kita pataskan diri bersama
2018 sama sama kembali menggapai tujuan kita ya itu Allah
Harta, jabatan, rupa adalah titipan dan titipan yang paling berharga adalah anak.
Just share. Semoga bermanfaat.
#renunganuntukdirisendiri
byDeju
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/DejuSalju
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/deju_salju
Senin, 14 Oktober 2019
Anak dan Idolanya* Oleh : Zulia Ilmawati, P.Si
#DuniaParenting- Setiap orang memiliki kecenderungan mencari sosok yang bisa dijadikan idola bagi dirinya. Setidaknya bisa mewakili perasaan, pendapat, keinginan dan cita-citanya. Sang idola juga akan menjadi inspirator bagi orang yang mengidolakannya. Bila kita memperhatikan secara cermat pertumbuhan anak, anak peniru yang ulung. Dia belajar dari apa yang dia lihat dan dia dengar. Menginjak usia remaja, sosok idola tak hanya di dikagumi; juga akan ditiru gaya, penampilan, bahkan perilakunya. Mereka bisa meniru dan bertindak seolah-olah memilki kehebatan seperti apa yang dimiliki tokoh yang mereka kagumi. Bahkan tunduk dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh sang idola.
Mengidolakan sosok tertentu dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah. Baik sosok di dunia nyata seperti orang tua, guru, ulama, artis hingga sosok fiktif seperti tokoh-tokoh cerita film dan cerita fiksi. Idola pertama anak biasanya adalah figur terdekat, orang tua atau pengasuhnya. Bertambah usia anak, tokoh idola pun mulai bergeser ke figur yang berada di luar keluarga. Diantaranya tokoh-tokoh fiktif semisal superhero.
Bagi seorang anak, Idola berperan penting dalam tumbuh kembangnya.
Memiliki idola dapat mendorong anak berkembang secara positif. Jika sang idola misalnya, adalah sosok yang suka menolong. Anak yang mengidolakannya dapat terdorong untuk melakukan perilaku serupa. Masalahnya, tidak semua sosok idola adalah sosok yang ideal. Bagi mereka yang berada di usia remaja, pemilihan idola sering tidak menggunakan pertimbangan-pertimbangan yang adaptif secara sosial maupun nilai-nilai agama.
Banyak remaja yang mengidolakan tokoh-tokoh yang di mata masyarakat justru merupakan tokoh yang pandangan dan perilakunya dianggap negative. Misalnya saja pecandu narkoba, pelaku tindak criminal, mereka yang sering berbuat maksiat dan sebagainya. Ini tentu akan berpotensi mempengaruhi para remaja tersebut untuk berperilaku secara tidak adaptif pula.
/Temani Anak Memilih Idolanya/
Supaya anak kita bisa meneladani sang idola secara benar, penting bagi orang tua untuk memilihkan atau mengarahkan anak agar bisa mengidolakan tokoh yang memang benar-benar pantas diidolakan. Tokoh ini bisa dijadikan rujukan dalam kebaikan atau menginspirasi kebaikan. Harus diingat, selain bisa memberi dorongan positif tokoh idola juga bisa memberi dorongan negative. Tokoh-tokoh khayal kepahlawanan dalam film-film yang disukai anak anak hampir semuanya berbau kekerasan. Disinyalir tayangan-tayangan seperti ini berpengaruh terhadap perilaku anak. Berbagai penelitian mengatakan, bahwa cerita-cerita dan tayangan kekerasan mendorong anak yang tidak memiliki kecenderungan bersifat anarkis untuk mencoba dan menirunya, juga dapat menambah kenakalan pada anak yang memiliki kecenderungan sikap anarkis. Kecenderungan anak yang sering terpapar film yang mengandung unsur tindakan anarkis untuk bertindak “nakal” menjadi lebih tinggi daripada anak yang tidak menontonnya.
Siapa idola yang dipilih anak, orang tua perlu memberikan pertimbangan-pertimbangan yang dirasa baik untuk anak. Mau tidaknya anak mendengarkan pertimbangan-pertimbangan yang diberikan orang tua bergantung pada sejauh mana hubungan orang tua dengan anak-anaknya. Dengan perkembangan teknologi saat ini, orangtua dapat menampilkan berbagai sosok yang layak dijadikan idola yang dianggap baik. Yang paling penting dalam penggunaan media, apapun bentuknya, adalah membicarakan isi dan pesan yang disampaikan dari media-media. Misalnya setelah menonton sebuah film mengenai perjuangan seorang tokoh, orang tua dapat berbicara mengenai pentingnya menjadi sosok yang pantang menyerah meskipun sering gagal. Seperti kisah tokoh yang diceritakan dalam film yang ditonton.
Orang tua kadang perlu mengajak anak melihat bagaimana konsekuensi sikap dan perilaku sosok-sosok yang hendak dipilih menjadi idola. Agar anak tidak hanya melihat apa yang tampak dari luarnya saja, tetapi juga latar belakang dan siapa sejatinya tokoh yang diidolakan. Misalnya saja, orang tua dapat menunjukkan bahwa ada tokoh yang tampak sukses dan berhasil dalam karir misalnya, tetapi merupakan kewajiban-kewajibannya sebagai muslim, atau mengabaikan keluarganya. Tentu ini tak pantas untuk diidolakan. Hal ini akan mendorong anak untuk lebih melihat kedalaman dalam memilih idola dibandingkan hanya sekedar penampakan, penampilan dari luar saja.
Keberadaan idola bisa menjadi motivator bagi anak. Tugas orang tua untuk “memancing” anak mencari kelebihan yang dimiliki sang idola. Jelaslah peran orang tua dalam memberikan arahan yang layak menjadi idola kepada anak sangat penting. Sang idola akan mempengaruhi arah dan cita-citanya.
/Rasul Dan Para Sahabat Sebagai Idola/
Siapa yang menjadi idola anak sangat bergantung pada promosi lingkungan yang diterima anak. Dalam hal ini orang tua dan media memiliki peran yang sangat penting karena dari situlah anak biasanya mengenal Idolanya. Oleh karena itu, di samping meminimalkan pengaruh buruk media, orang tua juga harus sejak dini mengenalkan tokoh-tokoh sangat layak diidolakan seperti Rasulullah SAW, para sahabat dan pejuang Islam.
Bertambahnya usia, anak akan mampu belajar menentukan pilihannya lewat temuannya sendiri, seperti membaca, melihat atau mendengar. Seorang anak dapat mengidolakan Rasulullah SAW dari membaca buku. Apalagi jika diperkuat dengan seringnya mendengar paparan kehidupan Rasulullah SAW melalui cerita orang tua atau guru. Kepada anak harus dikenalkan Rasulullah SAW, para sahabat dan pejuang Islam lainnya. Merekalah yang harus menjadi Inspirasi dan idola anak-anak Islam yang sesungguhnya.
Sejak lama sudah menjadi magnet kuat bagi manusia yang cinta kebenaran. Rasulullah SAW adalah salah satu daya tariknya. Para sahabat menjadikan beliau guru, sahabat sekaligus panutan dalam kehidupannya. Allah SWT menegaskan dengan sangat jelas dalam firmanNya: “Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab : 21)
Rasulullah SAW telah menginspirasi banyak manusia. Islam yang beliau bawa mampu menjadi sumber keberanian dan motivasi dalam hidup. Karena itu maka banyak dari pengikut Rasulullah SAW yang layak dan pantas kita jadikan idola dalam kehidupan kita. Rasulullah SAW bersabda : “Didiklah anak-anak kalian pada 3 perkara: mencintai nabi kalian, mencintai Ahlul Baitnya dan membaca Alquran. Sebab orang-orang yang memelihara AlQuran itu berada dalam lindungan Singgasana Allah pada hari tidak ada perlindungan selain daripada perlindunganNya beserta para nabiNya dan orang-orang yang suci (HR. Ath Thabrani)
Belajar Dari Generasi Awal
para sahabat dan ulama salaf sangat suka menceritakan sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW terhadap anak-anak mereka, dengan diselingi materi pelajaran Al Quran. Pemahaman terhadap sejarah kehidupan Nabi SAW diyakini akan memberikan pengaruh kepada pendidikan dan perkembangan jiwa anak. Pemahaman yang baik terhadap kepribadian Nabi SAW akan menumbuhkan rasa cinta anak terhadap pribadi beliau. Kecintaan kepada Rasulullah SAW merupakan wujud kesaksian yang kedua, setelah kepada Allah SWT.
Ada beberapa cerita kepahlawanan yang bisa kita kenalkan kepada anak. Antara lain adalah Khalid bin Walid. Beliau adalah mantan Panglima perang kafir Quraisy ketika memukul mundur pasukan kaum Muslim di Perang Uhud. Ternyata kemudian ia terpesona dengan Islam. Islam lalu mengubah dirinya dari sosok yang jahat menjadi baik di jalan kebenaran Islam.
Ada Usamah bin Zaid, seorang pemuda, putra dari Zaid bin haritsah (anak angkat Rasulullah SAW). Pada usianya yang baru 18 tahun sanggup menjadi jenderal tentara pasukan Rasulullah SAW. Ia berjaya menaklukkan tentara Romawi. Ketika itu, diantara yang dipimpin adalah para sahabat senior seperti Abu Bakar Siddiq, Umar dan sebagainya. Usamah bin Zaid adalah seorang pemberani. Ahlaknya sungguh mulia. Lemah lembut. Pada siang hari bagaikan singa yang berjuang. Pada malam hari menangis di hadapan Tuhannya.
Ada pula Muhammad al-fatih. Pada usianya yang masih 21 tahun berhasil memimpin pasukan menaklukkan kota Konstantinopel . Kemenangan ini seolah sebagai pembuktian dari ucapan Rasulullah SAW 600 tahun sebelumnya. “Pasti akan ditaklukan Konstantinopel. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang menaklukan Konstantinopel dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan itu”.
Ada lagi Thariq Bin Ziyad. Seorang pahlawan Islam yang menaklukkan daratan Spanyol. Dengan keyakinannya pada pertolongan Allah dan semangat jihad yang membara, ia membakar kapal-kapal yang telah membawa pasukannya dari daratan Afrika agar mereka tidak punya pikiran untuk melarikan diri. Ia berkata “Wahai pasukanku, di belakang kita lautan. Tiada jalan lagi untuk lari. Di hadapan kita kemenangan atau syahid menanti.
Masih banyak sosok lain dalam sejarah peradaban Islam yang pantas untuk dijadikan teladan dan idola. Dengan mengenalkan sosok, kehidupan dan perjuangan mereka pada anak-anak, insya Allah mereka akan menjadi idolanya. Suatu saat, cepat atau lambat, anak-anak kita juga akan berusaha seperti mereka. Inilah sosok idola yang sebenarnya, bahkan boleh dibilang superhero sejati, karena semua itu adalah sosok yang nyata. Bukan rekaan atau khayalan.
Rasulullah SAW pernah bersabda : “Kita di akhirat akan berada bersama orang yang kita cintai”. Wallahu a’lam[]
Sumber : Majalah Al Wa'ie edisi Februari
-----------
#DuniaParenting
#SahabatKeluargaMuslim
https://m.facebook.com/DeJu.Dzahabiyah https://mobile.twitter.com/Deju_Salju https://www.instagram.com/deju_salju/ https://www.youtube.com/channel/UCIftot0-HIhzTNsCxEim5zA https://mobileedukasi.home.blog/ Sit_Matahati OBJ=Orang
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/DejuSalju
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/deju_salju
Minggu, 07 Juli 2019
Dahsyatnya doa
*Ada apa di dalam.doa?:*
"Mengapa kita harus selalu rajin berdoa padahal keadaan kita tetap biasa biasa saja?
Apa yang kita dapatkan dgn seringnya berdoa secara teratur kepada Allah ?".
Jawabannya adalah:
"Tidak selalu kita mendapatkan sesuatu setelah berdoa... bisa jadi bentuknya adalah kehilangan........
Apa-apa saja yang hilang itu ...".
*Ternyata yang hilang adalah:*
- Kekuatiran.
- Kemarahan.
- Depresi.
- Kekecewaan.
- Sakit Hati.
- Kerakusan.
- Ketamakan.
- Kebencian.
- Kesombongan.
*"Setiap kali setelah berdoa kita selalu kembali menjadi tenang".*
Kadangkala, jawaban atas doa kita tidak selalu tentang *"apa yg kita dapat"* tetapi justru *"apa yg hilang"* dari kehidupan kita.
Janganlah selalu mengukur kebaikan Allah dari *"apa yang kita dapat"* karena terkadang Allah bekerja lewat *"apa yang hilang"* dari kehidupan kita...
*Dahsyatnya Doa*
"Mengapa kita harus selalu rajin berdoa padahal keadaan kita tetap biasa biasa saja?
Apa yang kita dapatkan dgn seringnya berdoa secara teratur kepada Allah ?".
Jawabannya adalah:
"Tidak selalu kita mendapatkan sesuatu setelah berdoa... bisa jadi bentuknya adalah kehilangan........
Apa-apa saja yang hilang itu ...".
*Ternyata yang hilang adalah:*
- Kekuatiran.
- Kemarahan.
- Depresi.
- Kekecewaan.
- Sakit Hati.
- Kerakusan.
- Ketamakan.
- Kebencian.
- Kesombongan.
*"Setiap kali setelah berdoa kita selalu kembali menjadi tenang".*
Kadangkala, jawaban atas doa kita tidak selalu tentang *"apa yg kita dapat"* tetapi justru *"apa yg hilang"* dari kehidupan kita.
Janganlah selalu mengukur kebaikan Allah dari *"apa yang kita dapat"* karena terkadang Allah bekerja lewat *"apa yang hilang"* dari kehidupan kita...
https://youtu.be/zLf5xT6glvM
*Dahsyatnya Doa*
http://bit.ly/LIKESaljuSmart
https://www.snapchat.com/add/deju_salju
#sditmatahati
Minggu, 05 Mei 2019
Kata maaf dalam Ramadhan
Sebab Cinta
Sebab cinta, Allah sekali lagi mengantarkan Ramadhan di hadapan kita. Agar kita bisa kembali mendekat kepada-Nya, agar kita menyadari kasih-Nya
Sebab cinta, walau langkah tertatih, pikiran terasa letih, hati perih, tapi dzikir lisan tetap teruntai, airmata terus berderai, jiwa bersabar tanpa henti
Sebab cinta, kita berdakwah di jalan Allah, dengan macam ekspresinya, dengan ragam warnanya, dengan segala bentuknya, dengan masing-masing caranya
Bertasbih kepada Allah segala yang ada di langit dan di bumi, segala ciptaan yang mengaku atau yang tak mau tahu, segala tunduk pada kehendak-Nya
Sedangkan kita hanya keberadaan yang mencari arti, mengais makna, dalam bulan yang mengubah alur peradaban dunia, dalam arus besar keberkahan
Sebab cinta kita merasa tak berharga di hadapan kasih sayang Allah, merasa tak pantas di muka Ramadhan. Atas kebodohan dan kurangnya diri kita
Sebab cinta, kita merindui yang tak layak kita miliki. Memeluk yang tak pantas kita sambut. Ramadhan ini datang sedang kita tak menantinya
Sebab cinta, ada kata yang tak tampak meski hati berteriak, ada cerita yang tak sampai meski jiwa sudah tak bisa lagi menutupi, semua sebab cinta
Sebab cinta, kita tetap mengasihi meski disakiti, berbahagia saat ujian mendera. Pengorbanan tak harus selalu diketahui, sebab cinta yang sudah melunasi
Ramadhan kariim.. maukah kita jalani sebab cinta?
Apa yang dicontohkan Rasulullah sebelum melaksanakan shaum?! Yakni meminta maaf dan memberi maaf.
Bersihkan hati dgn memaafkan, KL sudah memaafkan kita akan mendapatkan ketenangan. Allah saja sangat lembut dan pemaaf. Ketika hambanya dzalim, Allah tdk langsung membinasakan, tapi mengirimkan perantara hambaNya u mengingatkan, memotivasi dan mengajak kembali pada jalan kebaikan.
*SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1440 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN, SEMOGA RAMADHAN INI LEBIH BAIK DARI RAMADHAN SEBELUMNYA. AAMIIN Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar masyaAllah, Ramadhan Ya kariim
Barakallahu lakum u melaksanakan sholat tarawih✊🏻✊🏻✊🏻
Sekali lagi mohon maaf bersama keluarga.
[5/5 20.00] MT Mom Hafidz 2: _Umur di siksik ku detik.._
_Di ciwit ku menit.._
_Di cacag ku jam.._
_Di purutulan ku bulan.._
_Di bubuy ku tahun.._
_Muterna waktu ti minggu ka minggu.._
_mapay2 bulan naekkan tahun._
_Teu karasa loba dosa nu di pilampah.._
_Loba ibadah nu can merenah.._
_Loba larangan pangeran nu karandapan.._
_Loba waktu nu kapiceun.._
_Loba kasibukan nu matak mapalerkeun.._
_Loba pikiran nu matak mopohokeun._
_Timana nya urang kawit jeung kamana nya urang rek balik._
_Umur syareatna nambahan tapi hakekat ngurangan.._
_Beuki kadieu urang teh beuki deukeut jeung lawang panto maot._
_Siapkeun diri ku iman jeung taqwa.._
_Siapkeun bekelna ku amal sholeh.._
__Siapkeun hate nu bersih ku loba istigfar.. ka Dzat nu Maha Heman_
_Tobat ka Allah nu geus mere nikmat,_
_sangkan salamet dunya akherat._
*Wilujeng mapag Sasih Shaum mugia urang sadaya diparin kakiatan, kasehatan tur di wuwuh ku rizkina anu Berkah, Bisi aya janji nu jalir, cariosan nu matak raheut kana manah, tingkah laku nu teu sae urang silih ngahapunten, urang mapag sasih nu penuh rahmat ieu dina ka ayaan bersih ti sagala rupina, hapunten kana sagala kalepatan Aamiin🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
https://m.facebook.com/DeJu.Dzahabiyah https://mobile.twitter.com/Deju_Salju https://www.instagram.com/deju_salju/ https://www.youtube.com/channel/UCIftot0-HIhzTNsCxEim5zA https://mobileedukasi.home.blog/ Sit_Matahati OBJ=Orang
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/DejuSalju
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/deju_salju
Sebab cinta, Allah sekali lagi mengantarkan Ramadhan di hadapan kita. Agar kita bisa kembali mendekat kepada-Nya, agar kita menyadari kasih-Nya
Sebab cinta, walau langkah tertatih, pikiran terasa letih, hati perih, tapi dzikir lisan tetap teruntai, airmata terus berderai, jiwa bersabar tanpa henti
Sebab cinta, kita berdakwah di jalan Allah, dengan macam ekspresinya, dengan ragam warnanya, dengan segala bentuknya, dengan masing-masing caranya
Bertasbih kepada Allah segala yang ada di langit dan di bumi, segala ciptaan yang mengaku atau yang tak mau tahu, segala tunduk pada kehendak-Nya
Sedangkan kita hanya keberadaan yang mencari arti, mengais makna, dalam bulan yang mengubah alur peradaban dunia, dalam arus besar keberkahan
Sebab cinta kita merasa tak berharga di hadapan kasih sayang Allah, merasa tak pantas di muka Ramadhan. Atas kebodohan dan kurangnya diri kita
Sebab cinta, kita merindui yang tak layak kita miliki. Memeluk yang tak pantas kita sambut. Ramadhan ini datang sedang kita tak menantinya
Sebab cinta, ada kata yang tak tampak meski hati berteriak, ada cerita yang tak sampai meski jiwa sudah tak bisa lagi menutupi, semua sebab cinta
Sebab cinta, kita tetap mengasihi meski disakiti, berbahagia saat ujian mendera. Pengorbanan tak harus selalu diketahui, sebab cinta yang sudah melunasi
Ramadhan kariim.. maukah kita jalani sebab cinta?
Apa yang dicontohkan Rasulullah sebelum melaksanakan shaum?! Yakni meminta maaf dan memberi maaf.
Bersihkan hati dgn memaafkan, KL sudah memaafkan kita akan mendapatkan ketenangan. Allah saja sangat lembut dan pemaaf. Ketika hambanya dzalim, Allah tdk langsung membinasakan, tapi mengirimkan perantara hambaNya u mengingatkan, memotivasi dan mengajak kembali pada jalan kebaikan.
*SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1440 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN, SEMOGA RAMADHAN INI LEBIH BAIK DARI RAMADHAN SEBELUMNYA. AAMIIN Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar masyaAllah, Ramadhan Ya kariim
Barakallahu lakum u melaksanakan sholat tarawih✊🏻✊🏻✊🏻
Sekali lagi mohon maaf bersama keluarga.
[5/5 20.00] MT Mom Hafidz 2: _Umur di siksik ku detik.._
_Di ciwit ku menit.._
_Di cacag ku jam.._
_Di purutulan ku bulan.._
_Di bubuy ku tahun.._
_Muterna waktu ti minggu ka minggu.._
_mapay2 bulan naekkan tahun._
_Teu karasa loba dosa nu di pilampah.._
_Loba ibadah nu can merenah.._
_Loba larangan pangeran nu karandapan.._
_Loba waktu nu kapiceun.._
_Loba kasibukan nu matak mapalerkeun.._
_Loba pikiran nu matak mopohokeun._
_Timana nya urang kawit jeung kamana nya urang rek balik._
_Umur syareatna nambahan tapi hakekat ngurangan.._
_Beuki kadieu urang teh beuki deukeut jeung lawang panto maot._
_Siapkeun diri ku iman jeung taqwa.._
_Siapkeun bekelna ku amal sholeh.._
__Siapkeun hate nu bersih ku loba istigfar.. ka Dzat nu Maha Heman_
_Tobat ka Allah nu geus mere nikmat,_
_sangkan salamet dunya akherat._
*Wilujeng mapag Sasih Shaum mugia urang sadaya diparin kakiatan, kasehatan tur di wuwuh ku rizkina anu Berkah, Bisi aya janji nu jalir, cariosan nu matak raheut kana manah, tingkah laku nu teu sae urang silih ngahapunten, urang mapag sasih nu penuh rahmat ieu dina ka ayaan bersih ti sagala rupina, hapunten kana sagala kalepatan Aamiin🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
https://m.facebook.com/DeJu.Dzahabiyah https://mobile.twitter.com/Deju_Salju https://www.instagram.com/deju_salju/ https://www.youtube.com/channel/UCIftot0-HIhzTNsCxEim5zA https://mobileedukasi.home.blog/ Sit_Matahati OBJ=Orang
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/DejuSalju
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com
http://bit.ly/deju_salju
Langganan:
Postingan (Atom)
Jangan Kalah DENGAN Sedekah Orang Miskin
Suatu siang. Di persimpangan jalan yang tak terlalu besar. Seorang pengendara Pajero Sport keluaran terbaru membuka sedikit kaca jendela mob...
-
Sebab Cinta Sebab cinta, Allah sekali lagi mengantarkan Ramadhan di hadapan kita. Agar kita bisa kembali mendekat kepada-Nya, agar ki...
-
https://www.instagram.com/deju_salju/ Kunci cerdas anak adalah kerja sama orang tua. # Metime Salah satu kunci kecerdas...
-
#DuniaParenting- Setiap orang memiliki kecenderungan mencari sosok yang bisa dijadikan idola bagi dirinya. Setidaknya bisa mewakili...















